2 Hari Babel Rekor Penambahan Kasus Corona, Senator Alex Minta Pemda Tak Tutup Mata

oleh -5.999 views
Alexander Fransiscus Foto: Istimewa
Alexander Fransiscus Foto: Istimewa
Bagikan:

Pangkalpinang – Penambahan kasus Corona di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pecah rekor dalam 2 hari berturut-turut di akhir pekan lalu. Anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Babel, Alexander Fransiscus menilai tingginya penambahan kasus Corona itu harus disikapi dengan serius.

 

“Pemprov, pemkab/pemkot tidak bisa menutup mata, pengendalian penyebaran Corona di Babel kurang efektif karena masih tingginya penambahan kasus Corona di Babel. Ini harus disikapi dengan serius oleh Pemprov Dan seluruh stakeholder,” ungkap Alexander Fransiscus, Selasa (2/2/2021).

 

Adapun penambahan kasus Corona yang pecah rekor terjadi pada Jumat (29/1) dengan tambahan 117 pasien Corona dan pada Sabtu (30/1) dengan tambahan 123 kasus baru dalam sehari. Alexander menilai harus ada upaya lebih dari Pemprov Babel dalam penanganan pandemi Covid-19.

 

“Babel sempat menjadi salah satu provinsi yang tingkat penambahan kasus Corona-nya sangat kecil. Sering kali saat itu bahkan tak ada tambahan kasus Corona di Babel dalam sehari. Tapi sekarang, kasus baru semakin banyak,” ucap anggota Komite II DPD RI itu.

 

“Ini kan artinya ada yang salah. Jika sebelumnya laju penambahan Corona bisa ditekan, saat ini penyebaran virus Covid-19 kian meluas di Babel. Harus ada kebijakan yang dievaluasi untuk mengurangi angka penambahan kasus,” sambung Alexander.

 

Menurut Satgas Penanganan Covid-19, kasus yang saat ini banyak terjadi di Babel merupakan klaster keluarga. Alexander pun mengimbau agar pasien Corona dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) sekalipun lebih baik diisolasi di pusat-pusat karantina.

 

“Karena isolasi mandiri tidak menjamin karantina dilakukan secara benar sesuai standar prokes. Akibatnya pasien menularkan ke keluarga di rumah karena kurangnya protokol kesehatan,” kata salah satu senator muda itu.

 

READ  IDI Tanggapi Fenomena Jasad Utuh di Banyuwangi

Alexander mengimbau kepada masyarakat untuk betul-betul menerapkan protokol kesehatan, sekalipun berada di rumah. Sebab klaster keluarga terjadi karena warga merasa aman melepas masker ketika bersama orang terdekat.

 

“Saat sedang dengan keluarga atau kerabat, masyarakat mengendorkan protokol kesehatan karena merasa aman. Copot masker, saling berpelukan cipika cipiki tidak merasa takut. Padahal perilaku seperti ini justru yang banyak menularkan Covid-19,” tutur Alexander.

 

Dilaporkan Satgas Penanganan Covid-19, kasus Corona per 1 Februari ini berjumlah 4.736 orang. Babel juga masih memiliki 2 daerah yang masuk dalam zona merah risiko tinggi penyebaran Corona yaitu Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.

 

Alexander meminta Satgas Penanganan Covid-19 Babel untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan. Ia menilai, penerapan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Babel belum dilakukan secara maksimal.

 

“Penerapan sanksi jangan hanya sekadar administratif saja. Tegas berikan denda terhadap pelaku pelanggar protokol kesehatan. Selain itu sering lakukan operasi yustisi agar masyarakat terbiasa menerapkan prokes saat beraktivitas sehari-hari,” tegas Alexander.

 

Seperti diketahui, Pemprov Babel mengeluarkan kebijakan soal sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan Covid tertuang dalam keputusan gubernur Nomor 188.44/OL/Satpol-PP/2021 tentang bentuk kerja sosial dan besaran denda administratif. Kepgub itu sudah mulai berlaku sejak ditetapkan pada 4 Januari lalu.

 

Hukuman dimulai dari sanksi sosial seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membersihkan sarana fasilitas umum. Ada juga sanksi berupa denda minimal Rp 100 ribu hingga paling banyak Rp 10 juta. (ijs/elz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *