Akses Jalan Distribusi Padi di Lamsel Rusak Parah, Senator Bastian: Seperti Kubangan

oleh -16.733 views
Akses jalan rusak Foto: Istimewa
Akses jalan rusak Foto: Istimewa
Bagikan:

Lampung Selatan – Masyarakat Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan banyak hasil panen padi yang busuk karena tak bisa didistribusikan akibat tak adanya akses jalan. Anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) Lampung, Ahmad Bastian meminta pemerintah daerah memberikan solusi kepada masyarakat Candipuro yang mayoritas merupakan petani.

“Kemarin saya mengunjugi Desa Bumi Jaya, Candipuro, Lampung Selatan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Warga Candipuro yang rata-rata petani mengeluhkan sulitnya distribusi hasil panen mereka karena masalah akses jalan,” ungkap Ahmad Bastian, Jumat (19/2/2021).

Satu-satunya akses jalan untuk mengangkut hasil panen padi petani desa-desa di Candipuro hanyalah jalan yang merupakan tanggul penangkis air yang dibuat untuk menanggulangi banjir. Jalan tersebut merupakan akses jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Candipuro yaitu Desa Bumi Jaya, Trimukti dan Rawa Selapan. Akses jalan usaha tani itu menjadi tanggung jawab Balai Besar Way Sekampung (BBWS) Mesuji Sekampung.

“Masalahnya akses jalan itu rusak parah, bahkan kalau di musim hujan seperti ini sudah seperti kubangan kerbau, nggak bisa untuk mengangkut hasil panen padi. Padahal di situ ada sekitar 100 ribu hektare lahan sawah,” kata Bastian.

“Dari laporan Kepala Desa Bumi Jaya, Aris Mustofa, setiap tahunnya ada ribuan ton padi yang membusuk karena tidak bisa keluar dari lahan setelah panen akibat akses jalan nggak bisa dilalui. Motor aja nggak bisa lewat, apalagi tronton pengangkut padi,” sambung Anggota Komite I DPD RI itu.

Akses jalan usaha tani milik BBWS Mesuji Sekampung itu sudah ada sejak zaman orde baru. Selama berpuluh-puluh tahun sejak berdirinya desa-desa di Candipuro, akses jalan bagi petani hanyalah jalanan tersebut dan belum lagi tersentuh pembangunan hingga saat ini.

READ  KKSMB Serahkan Ribuan Paket Bantuan untuk Korban Gempa Majene

“Petani sering menggunakan jasa angkut, sekarung beras Rp 50-70 ribu tapi bahkan kadang tukang angkut pun tidak mau karena jalan sama sekali tidak bisa dilalui sehingga hasil panen membusuk di pinggir-pinggir tanggul karena tidak terangkut keluar. Ini harus jadi perhatian pemerintah daerah karena petani merugi akibat tak bisa menjual hasil panen,” ujar Bastian.

Aparatur desa di Kecamatan Candipuro sebenarnya sudah sering kali berkoordinasi dengan BBWS Mesuji Sekampung terkait masalah ini, namun belum juga menemukan jalan keluar. Bastian menyebut, solusi yang bisa dilakukan untuk membantu petani adalah dengan pemanfaatan lahan di bekas tanggul-tanggul Rawa Sragi untuk dibuka menjadi akses jalan usaha tani agar bisa digunakan sebagai sarana mengangkut padi-padi hasil panen.

“Warga Candipuro berharap pada pemanfaatan lahan Rawa Sragi. Di samping tanggul itu ada lahan sekitar kurang lebih 60 meter milik negara. Warga meminta maksimal 7 meter untuk pembuatan jalan. Dan itu tidak memerlukan biaya yang banyak, bahkan masyarakat sekitar juga siap patungan untuk pembangunan jalan,” tuturnya.

Bastian pun berharap Pemerintah, melalui BBWS Mesuji Sekampung bisa datang ke lokasi untuk memetakan solusi bagi permasalahan para petani di Candipuro, Lampung Selatan. Tak hanya itu, instansi terkait, baik dari Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan menurutnya juga harus ambil bagian untuk menyelesaikan masalah ini.

“Pemerintah membangun Rawa Sragi itu untuk ketahanan pangan kita, kenapa kok menjadi sebaliknya. Adanya Rawa Sragi, hasil pertanian di sana malah nggak bisa keluar,” ucap Bastian.

Mantan Anggota DPRD Lampung Selatan tersebut berjanji akan mendampingi Kecamatan Candipuro untuk menyelesaikan masalah jalan usaha tani. Bastian memastikan akan membawa masalah ini ke Pemprov Lampung.

READ  Tinjau Gempa Sulbar, Jokowi Janji Bangun Kembali Fasilitas Umum dan Rumah Penduduk

“Pemerintahan Gubernur Pak Arinal Djunaidi ini, sektor pertanian menjadi skala prioritas, menjadi primadona karena motto dia itu kan petani berjaya,” ujarnya.

Untuk itu, Bastian meminta kepada instansi-instansi daerah mendukung program pertanian yang menjadi perhatian Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

“Sektor-sektor yang mendukung untuk terpenuhinya Lampung menjadi jaya dalam sektor pertanian akan menjadi prioritas dan perhatian beliau. Oleh karenanya, semua pihak harus memberikan dukungan termasuk urusan masalah jalan usaha tani ini,” sebut Bastian.

Masalah ketahanan pangan juga menjadi perhatian Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia mengingatkan, daerah harus memberikan solusi apabila muncul masalah yang bisa menyebabkan terhambatnya pemenuhan ketahanan pangan.

“Kalau hasil panen tak bisa didistribusikan akibat masalah lumpuhnya akses jalan, sudah kewajiban pemerintah daerah mencarikan solusi. Apalagi masalah sudah terjadi bertahun-tahun tanpa ada solusi, ini sama saja tidak mendukung program pemerintahan Presiden Joko Widodo terkait ketahanan pangan,” tegas LaNyalla. (ijs/elz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *