Dewan Pers Beri Dukungan Moral Pada Wartawan Tempo yang Alami Kekerasan

oleh -12.793 views
Gedung Dewan Pers. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Kekerasan yang dialami oleh Nurhadi, wartawan Tempo di Surabaya sangat disesalkan oleh Dewan Pers. Sebagai bentuk perhatian, Dewan Pers pun memberikan dukungan moral kepada Nurhadi dan berharap ia diberi kekuatan batin sehingga dapat kembali menjalankan profesi jurnalis.

Selain itu, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh pun menyatakan, pihaknya mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus kekerasan yang terjadi pada Sabtu (27/3/2021).

READ  Main Ponsel, Pengendara Mobil Tabrak Anak Balita di Kembangan

“Mendesak aparat aparat kepolisian untuk melakukan pengusutan dan penegakan hukum yang semestinya dan seksama atas kekerasan yang terjadi,” tegasnya dalam pernyataan sikap Dewan Pers secara tertulis, Selasa (30/3/2021).

Sebelumnya, tindak kekerasan yang dialami Nurhadi bermula setelah ia mengambil foto dan hendak meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji.

Pengambilan foto dan upaya konfirmasi tersebut dilakukan saat Angin melangsungkan resepsi pernikahan anaknya di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Surabaya, Sabtu malam.

Namun sejumlah pengawal Angin kemudian meringkus Nurhadi karena dianggap masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan tersebut. Kekerasan pun terjadi. Padahal Nurhadi sudah menjelaskan statusnya sebagai jurnalis Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Namun para pengawal Angin tetap melakukan kekerasan.

Mereka merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya. Nurhadi juga mendapatkan penganiayaan serta penyekapan.

Dewan Pers menilai kekerasan terhadap jurnalis merupakan preseden buruk bagi sistem kemerdekaan pers di negara demokrasi seperti Indonesia. Kasus ini merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Nuh menyatakan pihaknya mengutuk kekerasan terhadap Nurhadi.

“Kekerasan tidak dibenarkan dilakukan kepada siapa pun, termasuk terhadap wartawan yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik,” katanya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada semua unsur pers untuk tetap berpegang teguh kepada kode etik jurnalistik, termasuk di dalamnya aspek profesionalitas dalam melaksanakan tugasnya.

Dewan Pers juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi Nurhadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *