Komite I DPD Minta Pemda Pastikan Penuhi Kebutuhan Penduduk yang Jadi Korban Banjir

oleh -16.897 views
Anggota Komite I DPD RI Ahmad Bastian SY,
Anggota Komite I DPD RI Ahmad Bastian SY,
Bagikan:

JAKARTA – Bencana banjir tengah melanda sejumlah daerah di puncak musim penghujan ini. Anggota Komite I DPD RI, Ahmad Bastian SY meminta pemda menyiapkan tempat pengungsian yang layak.

“Curah hujan tinggi menyebabkan permukiman rumah warga banjir. Dampaknya, banyak warga yang mengungsi ke tempat aman. Maka pemerintah di masing-masing daerah harus menyiapkan pengungsiaan yang proper,” ungkap Ahmad Bastian SY, Jumat (19/2/2021).

Seperti diketahui, banjir melanda wilayah DKI Jakarta dan Bekasi beberapa hari terakhir akibat curah hujan tinggi. Bahkan rel kereta di Stasiun Tebet hingga jalur tol sempat tergenang sehingga tak bisa digunakan pada Kamis (18/2).

Kompleks perumahan anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, jadi salah satu permukiman yang tergenang banjir. Di beberapa wilayah di Jakarta, banjir datang dan pergi seperti di Kemang. Namun beberapa lokasi yang biasa menjadi langganan banjir seperti Kampung Melayu, Cipinang Melayu, Pejaten, dan Kampung Pulo, membuat warganya memilih mengungsi.

“Biasanya posko-posko pengungsian yang dipakai seperti sekolah atau kantor instansi pemerintah. Kami berharap pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga yang mengungsi akibat banjir terpenuhi,” jelas Bastian.

Selain di Jabodetabek, banjir juga merendam sejumlah daerah di Pulau Jawa. Beberapa daerah di Jawa yang dilanda Banjir seperti Semarang, Pekalongan, Karawang, Subang, Sumedang, Kudus, Nganjuk, Pati, Jombang, dan Majalengka. Bastian menekankan pentingnya sanitasi yang baik di tempat-tempat pengungsian.

“Sanitasi dan protokol kesehatan (prokes) di tempat pengungsian banjir harus betul-betul diperhatikan pemda, karena saat ini kita masih berada di kondisi pandemi Corona,” kata Anggota DPD daerah pemilihan (dapil) Lampung itu.

“Apalagi di daerah ada juga warga yang memilih mengungsi di tenda-tenda darurat. Jangan sampai ada penyebaran Corona di pengungsian yang membahayakan penduduk,” tambah Bastian.

READ  Tinjau Gempa Sulbar, Jokowi Janji Bangun Kembali Fasilitas Umum dan Rumah Penduduk

Bastian pun mengingatkan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir yang memilih bertahan di rumah. Kebersihan makanan yang disalurkan juga harus dijaga.

“Kan banyak warga yang memilih tetap berada di rumah walau kebanjiran. Pemda tetap harus memerhatikan mereka, dan memberikan bantuan makanan serta keperluan lainnya,” ujar Bastian.

“Pastikan juga makanan yang diberikan, baik melalui dapur umum atau bantuan lainnya sudah memenuhi standar mutu. Jangan sampai terulang lagi kasus keracunan pengungsi seperti di Nganjuk,” sambung mantan Anggota DPRD Lampung Selatan tersebut.

Beberapa waktu lalu, memang sempat terjadi keracunan massal pengungsi longsor di Nganjuk. Ada 44 orang yang keracunan makanan akibat mengkonsumsi mi ayam dengan kadar formalin berlebihan.

Terkait bencana banjir, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek). Warga di Jadetabek diminta mewaspadai banjir besar pada 19-20 Februari 2021.

“Menyusul prediksi LAPAN, kami mengimbau warga Jadetabek siaga terhadap datangnya banjir. Persiapan masing-masing pemda juga harus dilakukan secara maksimal. Kepada daerah yang wilayahnya sudah terendam banjir, prioritaskan evakuasi warganya apalagi banjir sudah tinggi,” ucap Bastian.

Komite I DPD RI yang membidangi urusan permukian, tata ruang, dan kependudukan itu juga meminta pemda bekerja cepat mengatasi banjir. Bastian berharap penanganan banjir harus diselesaikan secara menyeluruh.

“Memang penanganan banjir dengan memompa air penting dilakukan. Tapi pemda juga harus membuat terobosan program penanganan banjir yang menyeluruh melibatkan multisektoral, termasuk pemetaan terhadap tata ruang daerah yang berpotensi menyebabkan banjir,” tegasnya.

“Pemda jangan lambat mengurus penanganan banjir. Jangan hanya fokus bekerja untuk penanganannya saja, tapi juga antisipasi pencegahan banjir,” imbuh Bastian.

READ  Distribusi Bantuan Belum Mencapai Pedalaman, Pemda Diminta Lebih Sigap Hadapi Bencana

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menambahkan, DPD akan memantau program-program daerah untuk mengatasi banjir. Bila dirasa daerah tak serius melakukan penanganan banjir, DPD akan memberikan catatan yang akan disampaikan ke pemerintah pusat.

“Jadi daerah harus betul-betul serius menangani banjir, karena para senator terus melakukan pengawasan di daerah. Penyelesaian masalah banjir harus dilakukan dari hulu ke hilir, agar dampaknya tidak berkepanjangan dan merugikan rakyat,” terang LaNyalla. (ijs/elz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *