Menag Prediksi Kloter Pertama Haji 2021 Jatuh pada 15 Juni

oleh -987 views
Bagikan:

Jakarta – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memprediksi pemberangkatan ibadah haji 2021 kloter pertama dari Indonesia pada 15 Juni.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Yaqut mengatakan, meski begitu dirinya menyebut kepastian sepenuhnya ada di tangan pemerintah Arab Saudi.

“Sesuai dengan kalender Hijriah dan berdasarkan asumsi normal, perkiraan jadwal pemberangkatan jemaah haji tahun 1442 Hijriah, 2021 Masehi, di kloter pertama, akan diberangkatkan pada tanggal 4 Zulkaidah atau tanggal 15 Juni 2021,” katanya, di Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Dengan asumsi tersebut, Menag meminta kepada penyelenggara haji untuk segera mempersiapkan karena persiapan haji 2021 itu terbilang sempit.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa waktu yang tersisa untuk penyelenggaraan ibadah haji 1442 Hijriah hanya sekitar 5 bulan. Mengingat ruang lingkup penyelenggaraan ibadah haji yang begitu luas, waktu yang tersisa sangat terbatas sehingga berbagai persiapan perlu dilakukan,” ujar Yaqut.

READ  Wasekjen PAN Tantang Sugeng Segera Deklarasikan Partai Ummat

Pemerintah telah menyiapkan skenario pemberangkatan ibadah haji 2021 di tengah pandemi Covid-19.

“Kemenag membentuk tim manajemen krisis haji. Tadi pagi saya resmikan dalam rangka mempersiapkan rencana mitigasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021,” katanya.

Yaqut mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan tiga opsi. Opsi pertama memberangkatkan kuota haji seperti biasa, yaitu dengan jumlah kuota penuh.

Opsi selanjutnya, memberangkatkan jemaah haji dari Indonesia dengan jumlah terbatas. Dan yang terakhir, menurut Yaqut, opsinya adalah tidak memberangkatkan sama sekali di musim haji 2021.

“Kami mempersiapkan tiga opsi. Pertama, kuota penuh. Kedua, kuota terbatas. Ketiga, tidak memberangkatkan jemaah haji,” ujar Yaqut.

Menurut Yaqut, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait perkembangan isu haji di tengah pandemi Covid-19.

“Tentang kepastian penyelenggaraan ibadah haji, kepastian ada-tidaknya penyelenggaraan ibadah haji pada 1442 Hijriah atau 2021 Masehi sepenuhnya kewenangan pemerintah Arab Saudi,” kata Gus Yaqut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *