Pecahkan Problem Klasik Petani dan Nelayan, Senator asal Lampung Apresiasi Peningkatan Ekspor

oleh -5.754 views
Bagikan:

LAMPUNG – Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin meminta peningkatan laju ekspor sektor perikanan di Provinsi Lampung terus dimaksimalkan. Ini sejalan dengan perkembangan yang cukup menggembirakan ekspor tahun 2020 dibandingkan 2019.

Kendati produksi perikanan di masa pandemi COVID-19 secara kuantitatif belum mengalami peningkatan produksi yang signifikan, tapi dari sisi ekspor mengalami peningkatan, yakni dari sebanyak Rp2 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,3 triliun pada 2020.

“Data yang saya terima sektor perikanan di Provinsi Lampung cukup menggembirakan. Dengan nilai Rp2,3 triliun pada¬† 2020 ini sebuah angka yang baik. Ada kenaikan dibandingkan ekspor pada¬† 2019 yang senilai Rp2 triliun,” tuturnya, Selasa (19/1/2020).

READ  Hanya dalam 23 Hari, Indonesia Sudah Ditimpa 197 Bencana Alam

Pada posisi ini, Bustami berharap budi daya ikan endemik lokal Provinsi Lampung ditingkatkan. Begitu juga dengan program pengembangan kawasan pertanian nasional, di mana Kabupaten Lampung Tengah sebagai pusat kawasan pembenihan, dan program Lampung sebagai lumbung ternak nasional.

“Jika program ini diserap secara maksimal, tentu saja kesejahteraan petani dalam mewujudkan pengembangan pertanian nasional dalam mengatasi pandemi COVID-19 bertahap akan meningkat. Kita memang tidak boleh menyerah dengan kondisi saat ini,” imbuh mantan Bupati Way Kanan itu..

Di sisi lain, DPD RI juga mendorong Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota betul-betul memberikan edukasi kepada nelayan dan petani terhadap permasalahan yang ada. “Bagaimana benihnya, bagaimana pupuknya, apakah benar-benar tersedia, apakah teknologinya sudah diterapkan betul-betul,” imbuhnya.

READ  DPD Suport Kebijakan Presiden, Bustami: Petani di Lampung Menata Harapan

Bustami juga mengapresiasi soal produksi komoditas pertanian Lampung yang mengalami tren pertumbuhan di tahun 2020, antara lain jagung meningkat dari 2,37 juta ton di tahun 2019 menjadi 2,47 juta ton pada bulan Oktober 2020 dan diperkirakan menjadi 2,57 juta ton pada akhir tahun ini dengan share secara nasional sebesar 9,2 persen.

Termasuk ubi kayu diperkirakan meningkat dari 4,92 juta ton menjadi 5,07 juta ton dengan capaian sampai Oktober 2020 mencapai 4,55 juta ton dengan share secara nasional sebesar 30,14 persen.

“Saya akan terus berkomitmen mendorong ini di tingkat pusat, agar program yang dicanangkan dan apa yang dihasilkan benar-benar memuaskan bagi petani dan nelayan di Lampung,” pungkas Bustami Zainudin. (ijs/ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *